Selasa, 15 Oktober 2013

kubisme


BAB 1
PENGERTIAN
Kubisme
Kubisme adalah sebuah gerakan seni avant-garde abad ke-20 yang dirintis oleh Pablo Picasso dan Georges Braque. Gerkaan seni ini membuat revolusi dalam lukisan dan pahatan Eropa, dan menginspirasi gerakan sejenis dalam musik dan sastra. Cabang pertama kubisme, yaitu Kubisme Analitis, adalah gerakan seni radikal dan berpengaruh yang muncul antara 1907 dan 1911 di Perancis. Pada fase kedua, Kubisme Sintetis, gerakan ini menyebar dan masih ada sampai sekitar tahun 1919, ketika gerakan Surealisme mulai dikenal masyarakat.
Sejarawan seni Inggris, Douglas Cooper menjelaskaan tiga fase Kubisme dalam bukunya, The Cubist Epoch. Menurut Cooper ada yang namanya "Kubisme Awal" (1906-1908) ketika gerakan ini mulai dikembangkan di studio Picasso dan Braque; fase kedua disebut "Kubisme Tinggi" (1909-1914) ketika Juan Gris muncul sebagai seniman berpengaruh; dan akhirnya "Kubisme Akhir" (1914-1921) sebagai fase terakhir Kubisme sebagai gerakanavant-garde radikal.
Dalam karya seni kubisme, benda dipecahkan, dianalisis, dan diatur kembali dalam bentuk abstrak daripada menampilkan obyek dari satu sudut pandang, seniman menampilkan subyek dari berbagai sudut pandang untuk menjelaskan subyek dalam konteks yang lebih besar. Kadang permukaan bersilangan dalam sudut acak, sehingga menghapus kedalaman lukisan yang jelas. Latar dan obyek menembus satu sama lain untuk membentuk ruang ambigu dangkal yang menjadi salah satu karakteristik khusus dari kubisme.
Kubisme Analitis dan Sintesis
Lukisan kubisme kreasi Picasso dan Braque dapat digolongkan dalam dua kategori; kubisme analitis dan kubisme sintesis. Kubisme analitis (analytical cubism) diciptakan hingga tahun 1912, merupakan kubisme awal. Kubisme berikutnya disebut kubisme Sintesis (synthetic cubism) diciptakan hingga tahun 1915.
            Tahun 1910, lukisan Picasso berjudul Portrait of Ambroise Vollard menunjukkan pewarnaan lebih flat dan konsisten, tetapi juga ambigu. Pada karyanya tersebut, figur manusia dibuat geometrik secara transparan, figur dilukiskan menjadi beberapa bagian. Bidang lukisan saling menyusup dari berbagai sudut pandang. Karyanya tidak menunjukkan kesan ilusi tiga dimensional, seperti volume pada kubus. Basis kubisme analitis adalah fragmentasi dan interseksi bidang.
Berbeda dengan kubisme analitis, kubisme sintesis cenderung lebih variatif, beranekaragam. Lukisan kubisme sitesis menggabungkan berbagai macam gaya, aneka bahasa rupa dalam satu kesatuan. Lukisan kreasi Braque berjudul Clarinet, sebagai contoh, menggabungkan gambar representasional dengan bentuk-bentuk abstrak. Beberapa bentuk tampak datar, sederhana, dan berkesan tiga dimensional.
 Kubisme-Kubisme Lainnya
Selain kubisme analitis dan kubisme sitesis karya Picasso dan Braque, ada kubisme lainnya yaitu karya pelukis Prancis Jean Metzinger, Albert Gleizes, Fernand Leger dan Roger de la Fresnaye. Pelukis Spanyol Juan Gris juga menciptakan lukisan-lukisan kubisme. Demikian juga pelukis Amerika Serikat Lyonel Feininger.
Lukisan bercorak kubisme berpengaruh terhadap gerakan seni dari berbagai belahan dunia. Seniman futuristik Italia dengan English Veroticisme dan Rusia dengam rayonisme-nya merupakan beberapa variasi kubisme. gerakan konstruktivisme dan suprematisme Rusia serta De Stijl dari Belanda, mereka menggunakan fragmentasi geometrik kubisme dalam menciptakan lukisan abstraknya. Kubisme juga berpengaruh terhadap gerakan seni ekspresionisme Jerman. Mereka menggunakan gaya kubisme untuk berekspresi. Gerakan seni dadaisme menggunakan pendekatan lebih profokatif dengan menggabungkan kata dan gambar. Lukisan surealisme tahun 1920 dan 1930an juga menggunakan corak kubisme. demikian juga dengan lukisan abstrak pada tahun 1940an dan 1950an.



BAB 2
SEJARAH
Ketika kritikus penyair Appollinaire memperkenalkan George Braque pada Pablo Picasso pada akhir 1907, maka perkenalan itu menjadi amat bersejarah. Karena kerjasama yang mengiringinya akan melahirkan gerakan seni lukis modern yang dikenal paling revolusioner dalam sejarah yang disebut Kubisme. Kedua sahabat ini berangkat dari latar belakang yang amat berbeda. Picasso saat itu sudah meraih reputasi dan nama baik sebagai pelukis berbakat. Nama Picasso saat itu bisa disejajarkan dengan popularitas pelukis Henri Matisse yang menjadi jaminan mutu. Sedang Braque yang berusia enam bulan lebih muda dari Picasso, kala itu dianggap pelukis pupuk bawang yang tidak punya prestasi apapun. Kecuali dalm eksposisi karyanya di Salon des Independants, ia berhasil menjual banyak lukisannya dalam corak Fauvisme yang diborong oleh kolektor Jerman, Wilhelm Uhde. Mereka menjadi akrab. Bekerja bersama, mengunjungi galeri dan museum, serta saling mendiskusikan hasil karya masing-masing. Persahabatan ini memuncak pada tahun 1911, tatkala pada musim panas, mereka menciptakan lukisan kubistis di Ceret, Pyrenees. Hasilnya adalah karya cipta yang saling mempengaruhi satu sama lain hingga sulit membedakan karya masing-masing karena kemiripannya. Ketika bulan Maret 1909, seorang kritikus Prancis, Louis Vauxelles, menyaksikan sebuah karya Braque di Salon des Independants, ia mengomentari karya Braque sebagai “reduces everything to little cubes”. Artinya; menempatkan segala sesuatunya pada bentuk kubus-kubus kecil. Maka mulai saat itulah dipakai istilah Kubisme untuk memberi ciri karya semacam itu. Sebuah aliran seni lukis telah menetas. Kubisme merupakan aliran seni rupa yang sepenuhnya baru dalam sikapnya memandang alam dan karya seni rupa, dalam gaya nonimitatif (tidak meniru). Kunci lahirnya aliran ini dimulai dengan lukisan karya Picasso berjudul Les Demoiselles d’Avignon (Wanita-wanita dari Avignon) tahun 1907 yang mengandung elemen-elemen geometris. Dengan lukisan itu pula, bersama Braque, Picasso dianggap sebagai pelopor aliran ini. Tapi memang cukup sulit untuk mengatakan, siapa sebenarnya yang paling besar peranannya dalam melahirkan aliran ini. Hal ini konon bisa terjadi karena selama mereka bekerja bersama, hasil ciptaan mereka tiada berbeda.
BAB 3
PELUKIS & KARYA LUKIS
1.      Pablo Picasso
Nama Asli       : Pablo Ruiz Picasso
Tanggal Lahir  : 25 Oktober 1881
Tanggal Wafat            : 8 April 1973 (umur 91) Mougins, Perancis
Kebangsaan     : Spainsh
Bidang                        : Painting, Drawing, Sculpture, Seni Grafis,Keramik
Tempat            : Jose Ruizy blasco (ayah)
Menimba ilmu             : Real Academia De Bellas Artes de San Fernando Karya-Karya






2.    Paul Cezanne
Nama               : Paul Cezanne
Lahir                : 19 Januari 1839, Aix-en-Provence, Perancis
Meninggal       : 22 Oktober 1906, Aix-en-Provence, Perancis
Pasangan         : Marie-Hortense Fiquet (m. 1886)

Karya-Karya





3.      George Braque
Nama Asli                   : Pieter Cornelis Mondrian
Tanggal Lahir              : 7 Maret 1872 Amersfoort, Belanda
Tanggal Wafat                        : 1februari1944 (umur 71)
Kebangsaan                 : Belanda
Bidang                                    : Seni lukis
Sekolah                       : Rijksakademie
Aliran                          : De Stijl
Dipengaruhi                :Mazhab haag, Pablo Picasso, Georges Bruque, Bart van der leck, Teo Van Doesburg.

Karya-Karya






4.      Jean Metzinger
Nama               : Jean Dominique Antony Metzinger
Lahir                : 24 Juni 1883 Nantes
Meninggal       : 3 November 1956 (umur 73) kewarganegaraan Perancis
Bidang                        : Lukisan, Menggambar, Menulis, Puisi
Gerakan           : Neo-Impresionisme, divisionisme, Fauvisme, Kubisme
Bekerja            : Dua Nudes dalam Landscape Exotic (1905-1906), Coucher de soleil no. 1 (1905-1906), La danse (Bacchante) (ca. 1906), Paysage coloré aux oiseaux aquatique (1907), Potret d'Apollinaire (1910), Nu (1910), Le goûter (Tea Time) (1911), La Femme au Cheval (1911-1912), Dancer di kafe (1912), L'Oiseau bleu (1912-1913), Im Boot (1913)

Karya-Karya
               



5.      Albert Glazez
Nama                           : Albert Glazez
Lahir                            : 14 Maret 1879 Kerajaan Wurttemberg, Kekaisaran Jerman
Meninggal                   : 8 April 1955 (umur 76) Princeton, New Jersey, Amerika Serikat
Tempat tinggal            : Jerman, Italia, Swiss, Austria, Belgia,Britania Raya, Amerika Serikat
Kewarganegaraan       : Wurttemberg/Jerman (1879-1896).
Tanpa kewarganegaraan  : Swiss (1901-1912) Austria (1911-1912) Jerman (1914-1933) Amerika Serikat (1940-1955)
Bidang                        : Fisika
Institusi                       : Kantor Paten Swiss (Bern), Universitas Zurich, Universitas Charles Praha, Akademi Ilmu Pengetahuan Prusia, Insitut Kaiser Wilhelm, Universitas Leiden, Institute fpr Advanced Study
Alma mater                 : ETH Zurich Universitas Zurich
Pembimbing akademik : Alfred Kliner
Penghargaan                : Hadiah Nobel Fisika (1921), Medali Matteucci (1921), Mendali Copley (1929)


Karya-Karya
           




6.      Mochtar Apin
Nama               : Mochtar Apin
Lahir                : 23 Desember 1923 Padangpanjang, Sematera Barat
Meninggal       : 1 Januari 1994 (umur 70) Bandung, Jawa Barat
Kebangsaan     : Indonesia
Almamater      : -Seni Rupa ITB Bandung (1951), -Seni Rupa dan Kria, Amsterdam (1952), -Ecole Nationnale Superieure des Beaux art (paris (1957), -Deutsche Akademie der Kunste, Berlin, Jerman
Pekerjaan         : Pelukis, Pengajar
Agama             : Islam
Pasangan         : Sien Mochtar Apin
Anak               : Karina, Arleti dan Merella
Karya-Karya
7.      Fajar Sidik
Nama               : Fajar Sidik
Lahir                : Surabaya, 8 Februari 1930

Fajar sidik adalah pelukis dari sanggar Pelukis Rakyat Selain melukis, mematung juga merupakan bagian dari kesehariannya. Hasilnya, patung batu Jenderal Sudirman di halaman gedung DPRD Yogyakarta.
*Aliran kubisme di Indonesia diperkenalkan oleh Ries Mulder di ITB Bandung selaku dosen instruktur senior di perguruan itu, sedangkan Ries Mulder berguru dari Jack Louis Villon kelompok kubisme di Paris.

Lahir di Surabaya, Jawa Timur, 8 Februari 1930. Pendidikan formalnya di tempuh di HIS Yogyakarta, sedangkan SMP dan SMA-nya di Surabaya. Tahun 1952, kembali ke Yogyakarta mengikuti kuliah di UGM dan juga ASRI (1954). Selain itu ia juga ikut belajar melukis di Sanggar Pelukis Rakyat di bawah asuhan Hendra Gunawan dan Sudarso di tahun 1952, serta berkesempatan pula selama hampir satu setengah tahun (1968-1970) belajar di Selandia Baru tentang Art Restoration Technique and Conservation.






Karya-Karya
                                          













PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA
www.wikepedia.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar